Selamat Belajar

" Selamat Datang di SUWANTI EDUKASI, media informasi tentang pendidikan, keluarga, dan ide kreatif seputar kehidupan sehari-hari "

Minggu, 21 Desember 2014

ARTIKEL



“KARTINI” ZAMAN MODERN

Siapa yang tidak mengenal sosok Raden Ajeng Kartini. Perempuan pembawa perubahan besar bagi  peranan kaum wanita Indonesia. Dahulu, wanita hanya berperan di dapur dan mengurus anak. “Penggaweane momong bocah karo ngliwet,” begitu kata simbah. Berkat kegigihan beliau, citra wanita terangkat dengan ikut berkecimpung dalam berbagai bidang. “Habis Gelap Terbitlah Terang” memang fakta karena wanita yang dulunya sebagi sosok terbelakang, sekarang bisa ikut melangkah maju beriringan dengan pria, bahkan melampauhinya. Pada era modern ini, peranan wanita semakin melonjak. Kursi-kursi jabatan banyak yang diduduki oleh kaum hawa. Bahkan presiden juga pernah diambil alih oleh wanita.

Emansipasi wanita sebagai alasan mengapa banyak wanita ingin sama/ lebih tinggi kedudukannya dengan pria. Mari kita cermati dampak terbesar dari emansipasi. Mulanya, emansipasi membawa kemajuan positif bagi kaum wanita. Mereka bisa menuntut ilmu tinggi, berkarya, dan berdikari sesuai dengan bakat dan potensinya. Namun, belakangan ini banyak Kartini zaman modern semakin maju dengan egonya masing-masing. Mereka menyibukkan diri dengan pekerjaannya, jabatannya, kesenangannya, dan segala thethek mbengek kegiatan yang sangat menyita tenaga dan waktunya. Sehingga mereka lupa atau sengaja acuh kepada suami dan anak-anaknya.
Wanita sebagai seorang istri, seringkali ingin mengungguli sang suami. Saat ini banyak istri yang berpenghasilan melebihi suaminya sendiri. Akibatnya, perasaan sombong dan tamak sang istri yang tidak mau diatur oleh suami karena merasa dialah yang lebih berperan membiayai rumah tangganya. Mungkin saja, si Kartini ini bukanlah realita yang diharapkan RA Kartini dulu. Entah siapa yang salah…? Adanya emansipasi wanita atau si wanita sendiri yang tidak bijak dalam melangkah.
Mari, kita sebagai Kartini zaman modern janganlah mencampur adukkan antara kewajiban keluarga dengan pekerjaan. Janganlah menjadi wanita hebat tetapi lupa akan keluarganya. Selalu sibuk bekerja tetapi lupa melayani suami dan tidak menyempatkan waktu memperhatikan sang buah hati. Sikap rendah hati dan mituhu perlu kita pupuk terus-menerus. Hindarilah sikap membanggakan diri karena kelebihan yang kita miliki. Kerjakan apapun yang positif tetapi jangan lupa akan kodrat kita sebagai seorang wanita. Kartini zaman modern boleh menjunjung tinggi emansipasi dalam hal pendidikan, pekerjaan, maupun jabatan. Namun, sesuai KODRATnya, seorang wanita masih berada di bawah kaum pria.

“Wanita tidak bisa menjadi imam bagi pria dalam sholat walaupun sepintar apapun dan martabat setinggi apapun.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar