“KARTINI”
ZAMAN MODERN
Siapa
yang tidak mengenal sosok Raden Ajeng Kartini. Perempuan pembawa perubahan
besar bagi peranan kaum wanita Indonesia.
Dahulu, wanita hanya berperan di dapur dan mengurus anak. “Penggaweane momong bocah karo ngliwet,” begitu kata simbah. Berkat
kegigihan beliau, citra wanita terangkat dengan ikut berkecimpung dalam
berbagai bidang. “Habis Gelap Terbitlah Terang” memang fakta karena wanita yang
dulunya sebagi sosok terbelakang, sekarang bisa ikut melangkah maju beriringan
dengan pria, bahkan melampauhinya. Pada era modern ini, peranan wanita semakin
melonjak. Kursi-kursi jabatan banyak yang diduduki oleh kaum hawa. Bahkan
presiden juga pernah diambil alih oleh wanita.
Emansipasi wanita sebagai alasan mengapa banyak wanita ingin sama/ lebih tinggi kedudukannya dengan pria. Mari kita cermati dampak terbesar dari emansipasi. Mulanya, emansipasi membawa kemajuan positif bagi kaum wanita. Mereka bisa menuntut ilmu tinggi, berkarya, dan berdikari sesuai dengan bakat dan potensinya. Namun, belakangan ini banyak Kartini zaman modern semakin maju dengan egonya masing-masing. Mereka menyibukkan diri dengan pekerjaannya, jabatannya, kesenangannya, dan segala thethek mbengek kegiatan yang sangat menyita tenaga dan waktunya. Sehingga mereka lupa atau sengaja acuh kepada suami dan anak-anaknya.
Wanita
sebagai seorang istri, seringkali ingin mengungguli sang suami. Saat ini banyak
istri yang berpenghasilan melebihi suaminya sendiri. Akibatnya, perasaan
sombong dan tamak sang istri yang tidak mau diatur oleh suami karena merasa
dialah yang lebih berperan membiayai rumah tangganya. Mungkin saja, si Kartini
ini bukanlah realita yang diharapkan RA Kartini dulu. Entah siapa yang salah…?
Adanya emansipasi wanita atau si wanita sendiri yang tidak bijak dalam
melangkah.
Mari,
kita sebagai Kartini zaman modern janganlah mencampur adukkan antara kewajiban
keluarga dengan pekerjaan. Janganlah menjadi wanita hebat tetapi lupa akan
keluarganya. Selalu sibuk bekerja tetapi lupa melayani suami dan tidak
menyempatkan waktu memperhatikan sang buah hati. Sikap rendah hati dan mituhu perlu kita pupuk terus-menerus.
Hindarilah sikap membanggakan diri karena kelebihan yang kita miliki. Kerjakan
apapun yang positif tetapi jangan lupa akan kodrat kita sebagai seorang wanita.
Kartini zaman modern boleh menjunjung tinggi emansipasi dalam hal pendidikan, pekerjaan,
maupun jabatan. Namun, sesuai KODRATnya, seorang wanita masih berada di bawah
kaum pria.
“Wanita tidak bisa menjadi imam bagi pria dalam sholat walaupun sepintar apapun dan martabat setinggi apapun.”
“Wanita tidak bisa menjadi imam bagi pria dalam sholat walaupun sepintar apapun dan martabat setinggi apapun.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar