Selamat Belajar

" Selamat Datang di SUWANTI EDUKASI, media informasi tentang pendidikan, keluarga, dan ide kreatif seputar kehidupan sehari-hari "

Sabtu, 05 Oktober 2024

GELAS DAUN (GEMAR KELOLA SAMPAH DAUR ULANG) P5 FASE C KELAS 5 TEMA KEWIRAUSAHAAN

GELAS DAUN

(GEMAR KELOLA SAMPAH DAUR ULANG)

MELALUI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5)

PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TAMANWINANGUN

 

Disusun oleh :

Nama Lengkap     : Suwanti, S.Pd.

Sekolah                : SD Negeri 1 Tamanwinangun

Surel/ Email         : suwanti.yuri@gmail.com

 

A.      PENDAHULUAN

1.       Latar Belakang

Tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan khususnya di Sekolah Dasar sebagai pondasi pendidikan untuk mencetak generasi bangsa yang hebat.

Pembelajaran pada kurikulum merdeka tidak hanya berfokus pada pengetahuan yang luas tetapi juga mengembangkan disiplin positif. Salah satu pengembangan disiplin positif melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis.

Upaya penguatan disiplin positif dilakukan dengan pembiasaan-pembiasaan budaya positif di sekolah, salah satunya melalui pengembangan sikap peduli lingkungan. Melalui P5 bertema kewirausahaan, meningkatkan sikap kemandirian dan gotong royong murid dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Serta mengelola sampah daur ulang menjadi produk yang lebih bernilai harganya.

Karya praktik baik yang sudah saya praktikkan dan implementasikan yaitu GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun.

2.       Alasan Praktik Baik

a.      Manfaat bagi Siswa

Praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) penting dilakukan karena :

1)       Mengembangkan sikap peduli lingkungan bagi siswa.

2)       Menumbuhkan jiwa wirausaha bagi siswa dalam memanfaatkan sampah daur ulang.

3)       Mengembangkan sikap mandiri bagi siswa melalui budaya gerakan pungut sampah (GPS) dengan kesadaran diri sendiri.

4)       Meningkatkan kolaborasi/ gotong royong bagi siswa dengan orang tua/ wali murid dalam mengelola sampah daur ulang.

5)       Meningkatkan sikap kreatif bagi siswa dengan membuat produk berbahan dasar sampah daur ulang.

b.     Manfaat bagi Guru/Peserta

Praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) penting dilakukan karena :

1)       Mengembangkan keterampilan profesional sebagai guru.

2)       Meningkatkan kolaborasi peserta dengan kepala sekolah, rekan guru, siswa, dan orang tua/wali murid.

3)       Memotivasi rekan sejawat untuk ikut mengimplementasikan praktik baik.

4)       Mengembangkan keterampilan sosial dan emosional peserta dalam berbagi praktik baik.

c.      Manfaat bagi Sekolah

1)     Mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan sesuai visi sekolah.

2)     Mengaktifkan komunitas belajar melalui berbagi praktik baik dari peserta.

3)     Meningkatkan iklim kondusif sekolah dengan terciptanya sekolah yang ramah lingkungan.

3.       Peran dan Tanggung Jawab

Peran peserta dalam berbagi praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) yaitu sebagai pemimpin pembelajaran yang bertanggungjawab sebagai fasilitator selama kegiatan P5 bersama siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun.

Peserta berperan sebagai narasumber pada kegiatan berbagi praktik baik melalui komunitas belajar “Taman Belajar” di SD Negeri 1 Tamanwinangun. Peseta bertanggungjawab memberikan praktik baik kepada semua anggota komunitas belajar tentang GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang).

 

4.       Tantangan

Beberapa tantangan terkait praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) antara lain :

a.       perlu berkolaborasi dengan pihak lain yang terkait

b.       membutuhkan waktu yang lama dan berkelanjutan

c.       menjalin komunikasi yang baik dengan semua warga sekolah

 

5.       Pihak yang Terlibat

Pihak-pihak yang terlibat pada praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) yaitu :

a.       Peserta/guru kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun

b.       Siswa SD Negeri 1 Tamanwinangun

c.       Pengawas sekolah

d.       Kepala SD Negeri 1 Tamanwinangun

e.       Guru dan karyawan SD Negeri 1 Tamanwinangun

f.        Orang tua/ wali siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun

g.       Pengelola TPS3R Berkah, Panjer

 

 


 

B.      ISI

1.       Aksi

Praktik Baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) sebagai kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini diawali dengan penyusunan modul ajar P5 dengan perencanaan alokasi waktu yang matang tentang beberapa projek daur ulang sampah.

Kegiatan projek dilaksanakan setiap minggu selama 5 JP dan berlangsung selama 24 x pertemuan. Modul GELAS DAUN yang saya buat adalah sebagai berikut :

Tema                    : Kewirausahaan

Topik/ Fase          : Daur Ulang/ C

Dimensi sasaran  : Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, gotong

                               royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis

Alur Kegiatan      :

TAHAP KEGIATAN

WAKTU

1.       Tahap pengenalan sampah

a.      Fenomena sampah

b.     Berkunjung ke TPS3R

c.      Pengelolaan sampah

d.     Produk berbahan sampah

 

1 minggu

1 minggu

1 minggu

1 minggu

2.       Tahap aksi

a.      Gerakan pungut sampah (GPS)

b.     Memilah sampah

c.      Membuat karya berbahan sampah

d.     Belajar bersama guru tamu/narasumber

e.      Pembuatan kostum fashion show

f.      Gelar karya

 

1 minggu

1 minggu

8 minggu

1 minggu

8 minggu

1 minggu

Jumlah Total

24 minggu

 


 

a.      Tahap Pengenalan Sampah

Tahap awal dalam praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) yaitu pengenalan sampah. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan siswa dalam tahap ini, yaitu :

1)       Fenomena sampah

Siswa mengamati video pembelajaran tentang fenomena sampah di negeri ini. Siswa juga mengamati lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal untuk menceritakan fenomena sampah di sekitar kita.

2)       Berkunjung ke TPS3R

Siswa berkunjung ke Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Berkah di Kelurahan Panjer, Kec. Kebumen, Kab. Kebumen. Siswa mengamati sampah dan mengenal jenis-jenis sampah. Selain itu, siswa belajar memilah sampah dengan memasukkan sampah ke dalam tempat sampah yang tepat. Kegiatan ini dilakukan  dengan kolaborasi bersama siswa kelas lain.

3)       Pengelolaan sampah

Siswa mengamati video di youtube dan instagram tentang pengelolaan sampah. Siswa belajar proses mengelola sampah sesuai dengan jenisnya. Sampah bisa diolah kembali menjadi barang-barang yang lebih berguna dan bernilai harganya.

4)       Produk berbahan sampah

Siswa mengamati video di youtube dan instagram tentang produk-produk yang bisa dibuat berbahan dasar sampah, khususnya produk dari sampah daur ulang.

b.     Tahap Aksi

1)       Gerakan pungut sampah (GPS)

Gerakan Pungut Sampah (GPS) sebagai pembiasaan untuk mengembangkan sikap peduli lingkungan. Siswa dengan kesadaran diri memungut sampah berserakan yang dijumpai di sekolah lalu memasukkannya ke dalam tempat sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab terhadap kebersihan kelas dan sekolah.

2)       Memilah sampah

Kegiatan memilah sampah dilaksanakan siswa bersama guru di luar ruang kelas (outdoor study). Siswa diajak menyusuri jalan di sekitar sekolah dan memungut sampah-sampah yang mereka jumpai dan mengumpulkannya dalam plastik kresek. Sesampai di pekarangan lapang, siswa memilah sampah sesuai jenisnya. Siswa secara berkelompok mengelompokkan sampah dan mendiskusikan pengelolaan sampah yang bisa dilakukan dengan sampah-sampah yang mereka kumpulkan.

3)       Membuat karya berbahan sampah

Siswa membuat karya berbahan sampah daur ulang. Mereka mencari inspirasi pembuatan karya dari berbagai sumber internet dan media lainnya. Bahan sampah daur ulang yang dipakai siswa, antara lain : botol bekas, gelas plastik bekas, plastik kresek, bungkus snack, kardus bekas, stik eskrim, dll. Guru memberikan kebebasan pada siswa untuk membuat hasta karya sesuai dengan minatnya. Siswa belajar berwirausaha dengan mengelola kembali sampah di sekitar kita menjadi barang-barang yang memiliki nilai guna dan bermanfaat kembali.

4)       Belajar bersama guru tamu/ narasumber

Kegiatan belajar dengan mengundang guru tamu/ narasumber dari orang tua/ wali siswa. Siswa belajar membuat kostum fashion show bersama guru tamu. Kostum fashion show berbahan sampah daur ulang, seperti plastik kresek, karung beras, koran bekas, rafia, dll. Siswa bisa bertanya kepada guru tamu dan mempraktikkan membuat kostum.

5)       Pembuatan kostum fashion show

Kegiatan ini membutuhkan waktu yang cukup banyak sehingga perlu manajemen waktu yang baik. Di sekolah, siswa membuat desain kostum daur ulang yang hendak dibuat. Selanjutnya siswa dibantu oleh orang tua/ wali siswa menyelesaikan projek pembuatan kostum fashion show di rumah. Siswa melaporkan proses pembuatan kostum dengan cara mengirimkan foto dan video pembuatan kostum kepada guru. Sehingga guru tetap memantau perkembangan projek siswa.

6)       Gelar karya

Gelar karya dilaksanakan saat puncak P5 dengan menyajikan pameran/ panen hasil belajar dan fashion show. Pameran dilakukan bersamaan dengan karnaval dan fashion show. Pameran menyajikan hasil karya siswa berupa produk berbahan dasar sampah daur ulang. Kegiatan gelar karya diawali dengan karnaval berkeliling di sekitar lingkungan sekolah yang banyak penduduk. Lalu acara dilanjutkan dengan menonton pameran produk daur ulang dan fashion show. Kegiatan ini mengembangkan sikap mandiri, kreatif, dan percaya diri.

2.       Refleksi

Praktik baik GELAS DAUN memiliki dampak positif bagi siswa antara lain : menghargai sampah dengan mengelola sampah menjadi produk yang lebih bernilai harganya; percaya diri dengan menampilkan hasil karya terbaik pada kegiatan pameran, karnaval,  dan fashion show; sikap peduli lingkungan berkembang; dan belajar berwirausaha dengan mengelola sampah daur ulang.

Selain itu, praktik baik ini memberikan dampak bagi guru dan sekolah yaitu : hubungan baik antar siswa, guru, dan orang tua/ wali siswa semakin terpupuk karena adanya kolaborasi yang baik dari semua pihak; Guru lebih termotivasi lagi untuk melakukan praktik baik di kelas/ sekolah karena dukungan dari semua pihak; dan iklim belajar sekolah lebih nyaman dan menyenangkan dengan adanya kegiatan praktik baik GELAS DAUN.

Praktik baik ini sangat efektif meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa karena dengan pembiasaan disiplin positif bisa mengembangkan sikap gemar mengelola sampah daur ulang secara berkelanjutan. Respon dari kepala sekolah dan rekan sejawat sangat baik dan mendukung praktik baik ini tetap berjalan. Praktik baik ini sudah berjalan sesuai dengan rencana dan harapa. Pembelajaran yang bisa diambil dari praktik baik GELAS DAUN yaitu berusaha menjadi guru/pendidik yang selalu rendah hati dan mau berkolaborasi dengan orang lain demi mewujudkan pendidikan yang merdeka.

3.       Berbagi Praktik Baik

Kegiatan praktik baik dilakukan peserta dengan mengadakan diseminasi praktik baik GELAS DAUN pada komunitas belajar di SD Negeri 1 Tamanwinangun, yaitu Kombel Taman Belajar. Peserta/guru sebagai narasumber praktik baik dan diikuti oleh semua guru dan tenaga kependidikan SD Negeri 1 Tamanwinangun. Narasumber membagikan pengalaman tentang kegiatan GELAS DAUN dan memberikan motivasi kepada rekan guru yang lain untuk ikut melaksanakan praktik baik dan berbagi praktik baik di komunitas belajar Taman Belajar.

 

C.      PENUTUP

1.       Kesimpulan

Kesimpulan praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) yaitu :

a.       Pengelolaan sampah daur ulang bisa meningkatkan nilai dan manfaat barang/ produk.

b.       Peningkatan sikap peduli lingkungn bisa dikembangkan melalui praktik baik GELAS DAUN.

c.       Praktik baik GELAS DAUN membutuhkan kolaborasi yang baik antara guru, siswa, orang tua/ wali siswa dan pihak lain yang terkait.

d.       Praktik baik GELAS DAUN bisa mengembangkan semua dimensi profil pelajar Pancasila.

2.       Saran

Kesimpulan praktik baik GELAS DAUN yaitu :

a.       Kolaborasi dengan pihak lain perlu ditingkatkan, seperti TPS3R, pusat kerajinan, orang tua/ wali siswa, dll.

b.       Guru perlu menggiatkan komunitas belajar “Taman Belajar” dengan berbagi praktik antar anggota kombel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar