GELAS DAUN
(GEMAR KELOLA SAMPAH DAUR ULANG)
MELALUI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR
PANCASILA (P5)
PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1
TAMANWINANGUN
Disusun oleh :
Nama Lengkap : Suwanti,
S.Pd.
Sekolah :
SD Negeri 1 Tamanwinangun
Surel/ Email : suwanti.yuri@gmail.com
A. PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Tujuan
pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan khususnya di Sekolah Dasar sebagai pondasi pendidikan untuk mencetak
generasi bangsa yang hebat.
Pembelajaran
pada kurikulum merdeka tidak hanya berfokus pada pengetahuan yang luas tetapi
juga mengembangkan disiplin positif. Salah satu pengembangan disiplin positif
melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dimensi profil pelajar
Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis.
Upaya
penguatan disiplin positif dilakukan dengan pembiasaan-pembiasaan budaya
positif di sekolah, salah satunya melalui pengembangan sikap peduli lingkungan.
Melalui P5 bertema kewirausahaan, meningkatkan sikap kemandirian dan gotong
royong murid dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Serta
mengelola sampah daur ulang menjadi produk yang lebih bernilai harganya.
Karya
praktik baik yang sudah saya praktikkan dan implementasikan yaitu GELAS DAUN
(Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) melalui Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun.
2. Alasan
Praktik Baik
a. Manfaat
bagi Siswa
Praktik
baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) penting dilakukan karena :
1) Mengembangkan
sikap peduli lingkungan bagi siswa.
2) Menumbuhkan
jiwa wirausaha bagi siswa dalam memanfaatkan sampah daur ulang.
3) Mengembangkan
sikap mandiri bagi siswa melalui budaya gerakan pungut sampah (GPS) dengan
kesadaran diri sendiri.
4) Meningkatkan
kolaborasi/ gotong royong bagi siswa dengan orang tua/ wali murid dalam
mengelola sampah daur ulang.
5) Meningkatkan
sikap kreatif bagi siswa dengan membuat produk berbahan dasar sampah daur
ulang.
b. Manfaat
bagi Guru/Peserta
Praktik
baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) penting dilakukan karena :
1) Mengembangkan
keterampilan profesional sebagai guru.
2) Meningkatkan
kolaborasi peserta dengan kepala sekolah, rekan guru, siswa, dan orang tua/wali
murid.
3) Memotivasi
rekan sejawat untuk ikut mengimplementasikan praktik baik.
4) Mengembangkan
keterampilan sosial dan emosional peserta dalam berbagi praktik baik.
c. Manfaat
bagi Sekolah
1) Mewujudkan
sekolah yang peduli lingkungan sesuai visi sekolah.
2) Mengaktifkan
komunitas belajar melalui berbagi praktik baik dari peserta.
3) Meningkatkan
iklim kondusif sekolah dengan terciptanya sekolah yang ramah lingkungan.
3. Peran
dan Tanggung Jawab
Peran peserta dalam
berbagi praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) yaitu sebagai
pemimpin pembelajaran yang bertanggungjawab sebagai fasilitator selama kegiatan
P5 bersama siswa kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun.
Peserta berperan sebagai
narasumber pada kegiatan berbagi praktik baik melalui komunitas belajar “Taman
Belajar” di SD Negeri 1 Tamanwinangun. Peseta bertanggungjawab memberikan
praktik baik kepada semua anggota komunitas belajar tentang GELAS DAUN (Gemar
Kelola Sampah Daur Ulang).
4. Tantangan
Beberapa tantangan
terkait praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) antara lain :
a. perlu
berkolaborasi dengan pihak lain yang terkait
b. membutuhkan
waktu yang lama dan berkelanjutan
c. menjalin
komunikasi yang baik dengan semua warga sekolah
5. Pihak
yang Terlibat
Pihak-pihak yang terlibat
pada praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) yaitu :
a. Peserta/guru
kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun
b. Siswa
SD Negeri 1 Tamanwinangun
c. Pengawas
sekolah
d. Kepala
SD Negeri 1 Tamanwinangun
e. Guru
dan karyawan SD Negeri 1 Tamanwinangun
f.
Orang tua/ wali siswa
kelas V SD Negeri 1 Tamanwinangun
g. Pengelola
TPS3R Berkah, Panjer
B. ISI
1. Aksi
Praktik Baik GELAS DAUN
(Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) sebagai kegiatan Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini diawali dengan penyusunan modul ajar P5
dengan perencanaan alokasi waktu yang matang tentang beberapa projek daur ulang
sampah.
Kegiatan projek
dilaksanakan setiap minggu selama 5 JP dan berlangsung selama 24 x pertemuan. Modul GELAS DAUN yang saya buat adalah sebagai berikut
:
Tema : Kewirausahaan
Topik/ Fase : Daur Ulang/ C
Dimensi sasaran : Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
gotong
royong, mandiri,
kreatif, dan bernalar kritis
Alur Kegiatan :
|
TAHAP
KEGIATAN |
WAKTU |
|
1.
Tahap pengenalan sampah a.
Fenomena sampah b.
Berkunjung ke TPS3R c.
Pengelolaan sampah d.
Produk berbahan sampah |
1
minggu 1
minggu 1
minggu 1
minggu |
|
2.
Tahap aksi a.
Gerakan pungut sampah (GPS) b.
Memilah sampah c.
Membuat karya berbahan sampah d.
Belajar bersama guru tamu/narasumber e.
Pembuatan kostum fashion show f.
Gelar karya |
1
minggu 1
minggu 8
minggu 1
minggu 8
minggu 1
minggu |
|
Jumlah
Total |
24
minggu |
a. Tahap
Pengenalan Sampah
Tahap
awal dalam praktik baik GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) yaitu
pengenalan sampah. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan siswa dalam tahap ini,
yaitu :
1) Fenomena
sampah
Siswa mengamati video pembelajaran tentang
fenomena sampah di negeri ini. Siswa juga mengamati lingkungan sekitar sekolah
dan tempat tinggal untuk menceritakan fenomena sampah di sekitar kita.
2) Berkunjung
ke TPS3R
Siswa berkunjung ke Tempat Pengelolaan
Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Berkah di Kelurahan Panjer, Kec. Kebumen,
Kab. Kebumen. Siswa mengamati sampah dan mengenal jenis-jenis sampah. Selain
itu, siswa belajar memilah sampah dengan memasukkan sampah ke dalam tempat
sampah yang tepat. Kegiatan ini dilakukan
dengan kolaborasi bersama siswa kelas lain.
3) Pengelolaan
sampah
Siswa mengamati video di youtube dan
instagram tentang pengelolaan sampah. Siswa belajar proses mengelola sampah
sesuai dengan jenisnya. Sampah bisa diolah kembali menjadi barang-barang yang
lebih berguna dan bernilai harganya.
4) Produk
berbahan sampah
Siswa mengamati video di youtube dan
instagram tentang produk-produk yang bisa dibuat berbahan dasar sampah,
khususnya produk dari sampah daur ulang.
b. Tahap
Aksi
1) Gerakan
pungut sampah (GPS)
Gerakan Pungut Sampah (GPS) sebagai
pembiasaan untuk mengembangkan sikap peduli lingkungan. Siswa dengan kesadaran
diri memungut sampah berserakan yang dijumpai di sekolah lalu memasukkannya ke
dalam tempat sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemandirian dan
tanggung jawab terhadap kebersihan kelas dan sekolah.
2) Memilah
sampah
Kegiatan memilah sampah dilaksanakan siswa
bersama guru di luar ruang kelas (outdoor study). Siswa diajak menyusuri
jalan di sekitar sekolah dan memungut sampah-sampah yang mereka jumpai dan
mengumpulkannya dalam plastik kresek. Sesampai di pekarangan lapang, siswa memilah
sampah sesuai jenisnya. Siswa secara berkelompok mengelompokkan sampah dan
mendiskusikan pengelolaan sampah yang bisa dilakukan dengan sampah-sampah yang
mereka kumpulkan.
3) Membuat
karya berbahan sampah
Siswa membuat karya berbahan sampah daur
ulang. Mereka mencari inspirasi pembuatan karya dari berbagai sumber internet dan
media lainnya. Bahan sampah daur ulang yang dipakai siswa, antara lain : botol
bekas, gelas plastik bekas, plastik kresek, bungkus snack, kardus bekas, stik
eskrim, dll. Guru memberikan kebebasan pada siswa untuk membuat hasta karya
sesuai dengan minatnya. Siswa belajar berwirausaha dengan mengelola kembali
sampah di sekitar kita menjadi barang-barang yang memiliki nilai guna dan
bermanfaat kembali.
4) Belajar
bersama guru tamu/ narasumber
Kegiatan belajar dengan mengundang guru
tamu/ narasumber dari orang tua/ wali siswa. Siswa belajar membuat kostum fashion
show bersama guru tamu. Kostum fashion show berbahan sampah daur ulang, seperti
plastik kresek, karung beras, koran bekas, rafia, dll. Siswa bisa bertanya
kepada guru tamu dan mempraktikkan membuat kostum.
5) Pembuatan
kostum fashion show
Kegiatan ini membutuhkan waktu yang cukup
banyak sehingga perlu manajemen waktu yang baik. Di sekolah, siswa membuat
desain kostum daur ulang yang hendak dibuat. Selanjutnya siswa dibantu oleh
orang tua/ wali siswa menyelesaikan projek pembuatan kostum fashion show di
rumah. Siswa melaporkan proses pembuatan kostum dengan cara mengirimkan foto
dan video pembuatan kostum kepada guru. Sehingga guru tetap memantau
perkembangan projek siswa.
6) Gelar
karya
Gelar karya dilaksanakan saat puncak P5
dengan menyajikan pameran/ panen hasil belajar dan fashion show. Pameran
dilakukan bersamaan dengan karnaval dan fashion show. Pameran menyajikan hasil
karya siswa berupa produk berbahan dasar sampah daur ulang. Kegiatan gelar
karya diawali dengan karnaval berkeliling di sekitar lingkungan sekolah yang
banyak penduduk. Lalu acara dilanjutkan dengan menonton pameran produk daur
ulang dan fashion show. Kegiatan ini mengembangkan sikap mandiri, kreatif, dan
percaya diri.
2. Refleksi
Praktik baik GELAS DAUN memiliki
dampak positif bagi siswa antara lain : menghargai sampah dengan mengelola
sampah menjadi produk yang lebih bernilai harganya; percaya diri dengan
menampilkan hasil karya terbaik pada kegiatan pameran, karnaval, dan fashion show; sikap peduli lingkungan
berkembang; dan belajar berwirausaha dengan mengelola sampah daur ulang.
Selain itu, praktik baik
ini memberikan dampak bagi guru dan sekolah yaitu : hubungan baik antar siswa,
guru, dan orang tua/ wali siswa semakin terpupuk karena adanya kolaborasi yang
baik dari semua pihak; Guru lebih termotivasi lagi untuk melakukan praktik baik
di kelas/ sekolah karena dukungan dari semua pihak; dan iklim belajar sekolah
lebih nyaman dan menyenangkan dengan adanya kegiatan praktik baik GELAS DAUN.
Praktik baik ini sangat
efektif meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa karena dengan pembiasaan
disiplin positif bisa mengembangkan sikap gemar mengelola sampah daur ulang
secara berkelanjutan. Respon dari kepala sekolah dan rekan sejawat sangat baik dan
mendukung praktik baik ini tetap berjalan. Praktik baik ini sudah berjalan
sesuai dengan rencana dan harapa. Pembelajaran yang bisa diambil dari praktik
baik GELAS DAUN yaitu berusaha menjadi guru/pendidik yang selalu rendah hati
dan mau berkolaborasi dengan orang lain demi mewujudkan pendidikan yang
merdeka.
3. Berbagi
Praktik Baik
Kegiatan praktik baik
dilakukan peserta dengan mengadakan diseminasi praktik baik GELAS DAUN pada
komunitas belajar di SD Negeri 1 Tamanwinangun, yaitu Kombel Taman Belajar.
Peserta/guru sebagai narasumber praktik baik dan diikuti oleh semua guru dan
tenaga kependidikan SD Negeri 1 Tamanwinangun. Narasumber membagikan pengalaman
tentang kegiatan GELAS DAUN dan memberikan motivasi kepada rekan guru yang lain
untuk ikut melaksanakan praktik baik dan berbagi praktik baik di komunitas
belajar Taman Belajar.
C. PENUTUP
1. Kesimpulan
Kesimpulan praktik baik
GELAS DAUN (Gemar Kelola Sampah Daur Ulang) yaitu :
a. Pengelolaan
sampah daur ulang bisa meningkatkan nilai dan manfaat barang/ produk.
b. Peningkatan
sikap peduli lingkungn bisa dikembangkan melalui praktik baik GELAS DAUN.
c. Praktik
baik GELAS DAUN membutuhkan kolaborasi yang baik antara guru, siswa, orang tua/
wali siswa dan pihak lain yang terkait.
d. Praktik
baik GELAS DAUN bisa mengembangkan semua dimensi profil pelajar Pancasila.
2. Saran
Kesimpulan praktik baik
GELAS DAUN yaitu :
a. Kolaborasi
dengan pihak lain perlu ditingkatkan, seperti TPS3R, pusat kerajinan, orang
tua/ wali siswa, dll.
b. Guru
perlu menggiatkan komunitas belajar “Taman Belajar” dengan berbagi praktik
antar anggota kombel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar